Teman-teman, bagi aku dapat gift atau souvenir dari acara tertentu itu rasanya BAHAGIA BANGET! Gak peduli harganya besar atau kecil, pasti ada makna lebih yang bikin hati jadi hangat. Kalian pernah kan dapet hadiah yang bikin kamu merasa begitu spesial?
![]() |
| Perasaanku selalu bahagia setiap kali dapat hadiah apapun termasuk souvenir yang unik dan menarik, hatiku seringkali deg-degan seperti naik roller coaster. |
Nah, kali ini aku mau bagi cerita pengalamanku tentang sebuah souvenir custom yang jadi paling spesial buat aku tapi sempat bikin hatiku tak menentu seperti roller coaster!
Ceritanya dimulai Bulan April, Kemenangan yang Bawa Tungguan Panjang
Maret menuju April 2024 lalu– aku lagi nongkrong di depan laptop kayak biasa, bolak-balik buka beberapa situs lomba blog. Udah jadi kebiasaan sih, kalau ada lomba dengan tema yang bisa aku ikuti, langsung aja daftar. Bukan sekedar cari duit atau keberuntungan semata, tapi lebih suka buat nambah wawasan dan isi waktu luang yang sering bikin bosen ini, hehe..
![]() |
| Gambar hanya ilustrasi seseorang yang sedang mencari blog contest. |
Sampai suatu hari, aku menemukan postingan lomba blog dari perusahaan cyber security lokal. "Wah, tema baru nih," pikirku saat itu. Akhirnya aku kirimkan tulisanku dengan harapan bisa masuk seleksi aja. Tiba-tiba satu pagi, aku iseng untuk cek pengumuman pemenang sesuai yang dijadwalkan perusahaan itu dan – WOY! Namaku malah tertulis sebagai JUARA SATU! Hatiku langsung deg-degan kayak mau keluar dari dada!
Sedangkan hadiahnya bukan cuma dapet uang tunai lho, ada juga paket souvenir custom spesial sebagai bentuk apresiasi dari perusahaan itu. Tak lama setelah itu, adminnya langsung hubungi via WhatsApp buat konfirmasi data.
Jujur, ini sudah kali keempat aku menang lomba blog, sebelumnya pernah juara artikel terbaik buat review produk kecantikan, juara 3 nulis tentang kemerdekaan, dan juara 2 review aplikasi rental mobil. Tapi rasanya kayak menang pertama kali aja, deh!
Uang tunainya cepet banget masuk rekening setelah aku kirim data diri dan nomor rekening. Tapi masalahnya ada di paket souvenir-nya. Awalnya aku kira cuma "sedikit masalah", tapi ternyata jauh lebih kompleks dari yang kubayangkan – sampe bikin aku mikir, "Bisa aja paketnya ga sampai ya?"
Pasalnya saat itu aku lagi mudik Ramadhan pulang kampung ke Binongko, pulau paling ujung di Wakatobi! Cuma tinggal 6 hari lagi Idul Fitri, alamatnya jauh banget, dan banyak agen pengiriman yang udah mulai tutup karena libur nasional. Rasanya kayak ada batu di dada aja.
Adminnya bilang: "Paketnya bakal dikirim hari kerja ya, karena konfirmasinya hari Jumat siang – besok udah weekend." Oke lah, aku cuma bisa pasang hati dan tunggu.
Hari Senin tiba – paket dikirim dan admin kirim nomor resinya. Pas buka pesan, rasaku benar-benar campur aduk: seneng bangat, tapi juga khawatir parah, khawatir paketnya nyangkut atau gimana-gimana di perjalanan, karena ini termasuk yang pertama kali buatku terima hadiah souvenir tapi mesti via jasa pengiriman sekaligus dikirim ke alamat yang cukup jauh, mungkin wajar jika ini bikin dada jadi kembang-kempis, tidak disadari drama hati Roller Coaster-pun dimulai!
Drama Pengiriman Paket Souvenir yang Bikin Hati Roller Coaster
Bunyi notifikasi ponsel terdengar pelan di atas meja kayu yang kusam. Aku menjulurkan tangan dengan gerakan yang sudah terbiasa, tapi kali ini jari-jari ku sedikit gemetar. Layar menyala menunjukkan pesan dari admin:
"Paket sudah kami kirim hari Senin, kak. Semoga cepat sampai ya!"
(Itu sudah seminggu yang lalu).
Biasanya paket dari Jawa cuma butuh 5-8 hari atau paling lama 10 hari. Hari demi hari pun berlalu. Setiap pagi, aku langsung cek aplikasi pengiriman dengan mata yang masih mengantuk. Hari pertama: "Dalam proses pengemasan." Hari kedua: "Telah berangkat dari gudang Jakarta." Hari ketiga: "Tiba di gudang regional Surabaya." Sampai di situ, semuanya berjalan sesuai jadwal.
Namun, setelah 8 hari berlalu, paket belum juga datang. Aku cek resi – eh ternyata status tidak berubah: "masih dalam perjalanan!".
Padahal aku sudah menaruh harapan tinggi diawal, bahkan sudah membayangkan bagaimana rasanya membuka bungkus yang rapi itu. Kini, rasa khawatir sudah mulai merambah, menggantikan kegembiraan yang dulu membara. Aku mulai membayangkan berbagai kemungkinan buruk: apa paketnya tersesat? Atau mungkin rusak karena cuaca buruk? Atau bahkan tertukar dengan paket orang lain?
![]() |
| Kini tersisa bayangan buruk yang menghantui pikiran—harapanku yang membara kini tergantikan khawatir akan takdir paket yang belum kunjung tiba. |
Di rumah ibuku sudah tercium aroma masakan lebaran, artinya lebaran telah tiba dong: lapa-lapa, buras, dan soto kambing yang bikin nagih sudah disajikan rapi diatas meja. Tapi selera makanku justru "ambyar" aja karena pikiranku terus terpaku sama paket yang tak kunjung datang. Padahal aku tahu itu cuma sejenis souvenir custom yang mungkin dengan harga ratusan ribuan saja. Entah kenapa hatiku berdebar kencang kayak ada yang paling penting bangat.
Jujur saja, kelelahan mulai menyelimuti tubuhku. Aku sudah capek menunggu, capek membayangkan berbagai hal, capek memaksa diri untuk tetap optimis. Malam itu, aku bahkan hampir menangis sambil menatap layar ponsel yang terus menunjukkan pesan yang sama. "Mungkin memang tidak akan datanglah," bisikku pelan, rasa putus asa mulai merajai hati.
Keesokannya lagi aku menunggu hingga malam tiba. Sesekali melihat layar ponsel, "kok belum ada chat kurir ya" tanyaku dalam hati dengan penuh harap. (Atau jangan-jangan.....??). Gelisah, itu sudah tentu aku rasakan hingga tidurpun selalu tak nyenyak di hari-hari itu.
Hari berikutnya, aku cek lagi – ternyata paketnya nyangkut di agen pengiriman di Wanci (ibu kota Wakatobi). Tiba-tiba aku dikabari seorang kurir paket via chat bahwa paket tertahan beberapa hari, terkendala tidak ada kapal beroperasi rute Wanci-Binongko.
"Akhirnya.." kataku yang tak bisa ku lanjutkan lagi dengan kata-kata lainnya. Rasanya seperti roller coaster yang kubiarkan meluncur hingga ujung paling atas, tapi takut untuk meluncur turun lagi, karena mungkin saja harapan dan penantian itu akan hancur berkeping-keping.
"Oke, sudah dekat saja!" Ucapku dalam hati berusaha menenangkan diriku sendiri, padahal hati terus bertaruh dengan kekhawatiranku yang tak kunjung usai.
Keesokannya lagi, aku mulai sedikit egois dan langsung cari salah satu ABK kapal express yang biasa jalan rute Binongko-Wanci.
"Kak, kapan kapal berangkat ke Wanci?" tanyaku.
"Besok kalau tidak ada halangan. Kenapa?" jawabnya.
"Aku ada paket yang nyangkut karena nggak ada kapal lho kak," ucapku sambil tertawa kecil, berusaha menenangkan diriku sendiri yang sebenarnya suasana hatiku yang tidak karuan ini.
Aku sungguh ingin menyadarkan diriku bahwa: "stop.. jangan lebay, ini hanya souvernir, excited-lah yang sewajarnya saja". Tapi tidak, setiap hadiahku, sekecil apapun itu maknanya selalu jauh lebih besar bagiku.
"Penting ya paketnya?" Tanya ABK kapal itu lagi.
"Lebih dari itu kak, ini sangat spesial!" Jawabku percaya diri.
Akhirnya, Souvenir Custom yang ditunggu Datang Juga!
"Paket untuk kakak!" ucap kurir lokal yang datang membawa paket yang ditunggu-tunggu.
Aku langsung lari ke pintu dan terima paket dengan tangan yang gemetar. Bungkusnya masih rapih dan utuh – gak ada sedikit pun kerusakan! Aku buka perlahan-lahan, dan isi paketnya bikin aku langsung SENYUM LEBAR SAMPE TELINGA, hehe:
✅ Totebag custom dengan logo perusahaan cyber security tersebut yang keren;
✅ Notebook bergambar unik yang bisa dipake buat catatan;
✅ Pulpen berkualitas yang nyaman digenggam;
✅ Pin lucu dengan desain khusus dari mereka.
![]() |
| Ini adalah story diakun Instagramku untuk konfirmasi bahwa paket souvenir custom telah diterima dan sampai dirumah dengan baik |
Semua barang dibuat dengan sangat hati-hati dan terasa begitu personal! Aku buka paketnya dengan perasaan yang berbunga-bunga – bahagia banget, bangga rasanya menerima paketnya sebagai bentuk apresiasiku apalagi barangnya fungsional tentunya. Tak lupa aku langsung bikin stori di akun Instagramku buat ngucapin terima kasih yang paling dalam sama mereka.
Souvenir-nya Malah Jadi Alat Perkenalan Brand!
Beberapa hari kemudian, aku sengaja bawa totebag itu belanja ke minimarket yang tidak begitu jauh dari rumah. Aku juga sengaja pasang pin logonya biar keliatan. Selain hemat kantong plastik buat belanja barang kecil, ternyata banyak orang yang jadi PENASARAN!
"Kak, itu apa tuh logo di tas kamu? Itu perusahaan apa ya? Apa hubungannya dengan masalah keamanan? Security atau intel?" Pertanyaan itu terasa berderet tanpa jeda dari masing-masing mereka, mulai dari pembeli di belakangku hingga kasir. Mereka tidak lancang, hanya saja mereka ini orang-orang yang aku kenal walau tidak begitu akrab karena pelanggan di minimarket ini adalah orang-orang yang tinggalnya tak jauh juga dari rumahku.
Aku langsung jelasin dengan senyum penuh semangat: "ini adalah perusahaan cyber security asal Indonesia. Mereka nyediain layanan keamanan informasi, mulai dari penetration testing untuk website, aplikasi, dan jaringan, sampai pelatihan keamanan siber untuk individu dan perusahaan."
Mereka cuma jawab "Oohhh begitu ya…" Hanya jawaban singkat tapi menekan karena penasaran, jadi aku sendiri bisa menebak– setelah ini mereka pasti "Googling" sendiri buat cari tahu lebih banyak tentang itu.
Benar saja, paket souvenir custom yang aku terima sebagai juara lomba tersebut merupakan contoh corporate gift yang tidak hanya fungsional, tapi juga berhasil memperkenalkan brand perusahaan cyber security kepada banyak orang.
Nah, sekarang giliran kalian dong – pernah dapet hadiah yang proses dapetinnya seru atau bikin kamu merasa bangga banget nggak? Ceritain dong!




0 Komentar